Faktor yang dapat mempengaruhi
keausan ban adalah tekanan ban, beban kendaraan, kecepatan kendaraan, dan gaya
berkendara termasuk pengereman dan akselerasi. Di sisi lain, kelokan dan
permukaan jalan yang dilewati juga mempengaruhinya
Oleh karenanya, kondisi ban harus
diperiksa secara teratur dengan langkah-langkah yang berurutan sebagai berikut:
- Pada bagian kembang ban: carilah benda-benda asing,
sobekan, kerusakan setempat atau keausan yang tidak biasa;
- Pada bagian sisi ban: cari apakah ada kerusakan
akibat benturan (trotoar, jalan berlubang, dll.), koyakan, retak, atau
cacat yang tidak biasa;
- Pada area di sekitar pelek ban/bead chafer: cari
tanda-tanda goresan atau kerusakan pada pelek ban
Semua jenis retakan, koyakan dan cacat yang terlihat pada kembang, sisi, atau
area ban tempat ban bertemu dengan roda harus diperiksa secara teliti oleh
pakar ban. Hal ini juga berlaku untuk kerusakan pelek. Sementara itu, tidak
dibolehkan memasang ban bila ada kerusakan seperti bead yang cacat atau
menjulur keluar, karet atau lapisan yang terlepas, kerusakan karena oli atau
zat korosif, serta retakan atau goresan pada lapisan karet bagian dalam yang
diakibatkan oleh berkendara tanpa tekanan ban yang cukup. Selain itu, periksa
juga apakah tutup katup debu ban berada dalam kondisi baik. Jika ragu, ganti
tutup katup debu ban tersebut.
Jika ban motormu rusak, terlebih
dahulu kamu harus mengetahui jenis kerusakan dan apa saja penyebabnya. Disini
kamu akan mengetahui berbagai penyebabnya:
.
1. Aus yang tidak rata
Irregular wear atau
aus yang tidak rata menjadi salah satu jenis rusak pada ban. Yang menjadi
penyebabnya yaitu tekanan angin yang lebih atau kurang pada ban, spooring yang
tidak pas, hingga suspensi atau kaki-kaki yang tidak bisa bekerja dengan baik.
Karena itu, agar bisa mencegahnya
kamu harus memastikan tekanan angin pada ban harus sesuai dengan standar (tidak
lebih ataupun kurang). Jangan lupa juga untuk melakukan spooring atau
menyeimbangkan kedudukan roda secara rutin dan harus memastikan kaki-kaki dan
suspensi dalam kondisi yang baik.
2.
Spot wear
Jenis kerusakan yang berikutnya
adalah spot wear. Kerusakan ini ditandai dengan permukaan ban yang rusak di
bagian tertentu. Ternyata kerusakan ini akan terjadi karena pengemudi motor
yang sering melakukan rem mendadak, balance roda yang kurang
bagus dan suspensi yang rusak. Sesuai dengan penyebabnya yaitu rem mendadak,
kamu harus menghindari pengereman mendadak saat berkendara, ya.
3.
Tread cut penetration
Kerusakan jenis ini bisa saja
terjadi karena ban motormu tidak sengaja melindas benda tajam. Karena
disebabkan oleh benda tajam, kamu perlu menghindari atau berhati-hati saat melintasi
jalan yang rusak atau berlubang.
4.
Cut burst
Kerusakan ban jenis ini memang
yang paling parah maka sudah tidak bisa lagi digunakan. Cut burst terjadi
akibat ban melindas benda tajam atau tekanannya yang terlalu tinggi. Sama
halnya dengan kerusakan pada poin sebelumnya, untuk menghindari cut
burst yaitu berhati-hatilah saat melintas di jalan yang rusak dan menjaga
agar tekanan angin stabil.
5. Tread
chipping
Dan yang terakhir adalah tread
chipping yang bisa ditandai dengan adanya alur ban yang tidak aus tapi
rusak. Kondisi ban rusak seperti ini karena kondisi jalan yang tajam dan kasar,
atau salah dalam menggunakan tipe ban. Solusi yang terbaik untuk menghindari
kerusakan ini adalah kamu harus berhati-hati saat melintas jalan yang tajam,
mengurangi kecepatan dan juga menggunakan tipe ban yang sesuai.
Cara merawat ban motor
Agar ban motor lebih awet dan
terhindar dari kerusakan, kamu juga harus mengetahui bagaimana cara merawatnya.
- Rutin membersihkan ban
Kotoran, debu dan pasir membuat
ban lebih mudah bocor dan juga pecah. Rutin membersihkan ban menjadi cara yang
tepat untuk dilakukan.
- Rutin cek tekanan angin ban
Rutin cek tekanan angin ban agar
lebih mudah mengetahui apakah ban kekurangan angin atau tidak. Ban yang kurang
angin tidak boleh dikendarai karena bisa menyebabkan ban botak dan bocor.
- Menghindari parkir di bawah terik matahari
Pemuaian akibat sinar matahari
bisa membuat ban mudah pecah. Cobalah untuk parkir di tempat yang lebih teduh
untuk menghindari sengatan matahari pada ban motormu.
Itulah tadi beberapa macam
kerusakan pada ban motor yang sering terjadi dan penyebabnya. Dengan demikian,
kamu bisa mengantisipasi kerusakan pada ban motormu ke depannya. Selamat
mencoba!


0 Komentar