Cara Membuat Tutorial Berlangganan

Subscribe via Email

Menganalisis kerusakan ban motor dan penyebabnya

 

Jenis pola ban motor

Faktor yang dapat mempengaruhi keausan ban adalah tekanan ban, beban kendaraan, kecepatan kendaraan, dan gaya berkendara termasuk pengereman dan akselerasi. Di sisi lain, kelokan dan permukaan jalan yang dilewati juga mempengaruhinya

Oleh karenanya, kondisi ban harus diperiksa secara teratur dengan langkah-langkah yang berurutan sebagai berikut:

  1. Pada bagian kembang ban: carilah benda-benda asing, sobekan, kerusakan setempat atau keausan yang tidak biasa;
  2. Pada bagian sisi ban: cari apakah ada kerusakan akibat benturan (trotoar, jalan berlubang, dll.), koyakan, retak, atau cacat yang tidak biasa;
  3. Pada area di sekitar pelek ban/bead chafer: cari tanda-tanda goresan atau kerusakan pada pelek ban


Semua jenis retakan, koyakan dan cacat yang terlihat pada kembang, sisi, atau area ban tempat ban bertemu dengan roda harus diperiksa secara teliti oleh pakar ban. Hal ini juga berlaku untuk kerusakan pelek. Sementara itu, tidak dibolehkan memasang ban bila ada kerusakan seperti bead yang cacat atau menjulur keluar, karet atau lapisan yang terlepas, kerusakan karena oli atau zat korosif, serta retakan atau goresan pada lapisan karet bagian dalam yang diakibatkan oleh berkendara tanpa tekanan ban yang cukup. Selain itu, periksa juga apakah tutup katup debu ban berada dalam kondisi baik. Jika ragu, ganti tutup katup debu ban tersebut.

Jika ban motormu rusak, terlebih dahulu kamu harus mengetahui jenis kerusakan dan apa saja penyebabnya. Disini kamu akan mengetahui berbagai penyebabnya:

.
1. Aus yang tidak rata

Irregular wear atau aus yang tidak rata menjadi salah satu jenis rusak pada ban. Yang menjadi penyebabnya yaitu tekanan angin yang lebih atau kurang pada ban, spooring yang tidak pas, hingga suspensi atau kaki-kaki yang tidak bisa bekerja dengan baik.

Karena itu, agar bisa mencegahnya kamu harus memastikan tekanan angin pada ban harus sesuai dengan standar (tidak lebih ataupun kurang). Jangan lupa juga untuk melakukan spooring atau menyeimbangkan kedudukan roda secara rutin dan harus memastikan kaki-kaki dan suspensi dalam kondisi yang baik.

2.     Spot wear

Jenis kerusakan yang berikutnya adalah spot wear. Kerusakan ini ditandai dengan permukaan ban yang rusak di bagian tertentu. Ternyata kerusakan ini akan terjadi karena pengemudi motor yang sering melakukan rem mendadak, balance roda yang kurang bagus dan suspensi yang rusak. Sesuai dengan penyebabnya yaitu rem mendadak, kamu harus menghindari pengereman mendadak saat berkendara, ya.

3.     Tread cut penetration

Kerusakan jenis ini bisa saja terjadi karena ban motormu tidak sengaja melindas benda tajam. Karena disebabkan oleh benda tajam, kamu perlu menghindari atau berhati-hati saat melintasi jalan yang rusak atau berlubang.

4.     Cut burst

Kerusakan ban jenis ini memang yang paling parah maka sudah tidak bisa lagi digunakan. Cut burst terjadi akibat ban melindas benda tajam atau tekanannya yang terlalu tinggi. Sama halnya dengan kerusakan pada poin sebelumnya, untuk menghindari cut burst yaitu berhati-hatilah saat melintas di jalan yang rusak dan menjaga agar tekanan angin stabil.

5.       Tread chipping

Dan yang terakhir adalah tread chipping yang bisa ditandai dengan adanya alur ban yang tidak aus tapi rusak. Kondisi ban rusak seperti ini karena kondisi jalan yang tajam dan kasar, atau salah dalam menggunakan tipe ban. Solusi yang terbaik untuk menghindari kerusakan ini adalah kamu harus berhati-hati saat melintas jalan yang tajam, mengurangi kecepatan dan juga menggunakan tipe ban yang sesuai.

 


Cara merawat ban motor

Agar ban motor lebih awet dan terhindar dari kerusakan, kamu juga harus mengetahui bagaimana cara merawatnya.

  1. Rutin membersihkan ban

Kotoran, debu dan pasir membuat ban lebih mudah bocor dan juga pecah. Rutin membersihkan ban menjadi cara yang tepat untuk dilakukan.

  1. Rutin cek tekanan angin ban

Rutin cek tekanan angin ban agar lebih mudah mengetahui apakah ban kekurangan angin atau tidak. Ban yang kurang angin tidak boleh dikendarai karena bisa menyebabkan ban botak dan bocor.

  1. Menghindari parkir di bawah terik matahari

Pemuaian akibat sinar matahari bisa membuat ban mudah pecah. Cobalah untuk parkir di tempat yang lebih teduh untuk menghindari sengatan matahari pada ban motormu.

Itulah tadi beberapa macam kerusakan pada ban motor yang sering terjadi dan penyebabnya. Dengan demikian, kamu bisa mengantisipasi kerusakan pada ban motormu ke depannya. Selamat mencoba!


Posting Komentar

0 Komentar